Illuminati modern lahir di Bavaria pada tahun 1773, tiga tahun sebelum
para tokoh Mason menandatangani piagam kemerdekaan Amerika Serikat.
Sebelum Illuminati ‘lahir’, gerakan paganis bernama Freemasonry telah
dahulu ada di Eropa dan berkembang dengan pesat di sana. Nyaris semua
negara dan kerajaan di Eropa tersentuh oleh gerakan Freemason yang lahir
di Skotlandia pada sekitar tahun 1314-an.
Freemasonry adalah organisasi Yahudi Internasional, sekaligus merupakan
gerakan rahasia paling besar dan palling berpengaruh di seluruh dunia.
Freemasonry terdiri dari dua kata yang di satukan. Free artinya bebas
atau merdeka, sedangkan Mason adalah juru bangun atau pembangun.
Tujuan akhir dari gerakan Freemason ini adalah membangun kembali
cita-cita khayalan mereka, yakni mendirikan Haikal Sulaiman atau Solomon
Temple.Versi yang lebih tua dari sejarah Freemason adalah kisah yang
menyebutkan pembentukan Freemasonry pada zaman Raja Israel, Herodes
Agripa I yang meninggal pada tahun 44 Masehi. Freemason pada zaman ini
dibentuk untuk membendung ajaran agama yang disampaikan oleh Nabi Isa
as. Konon waktu itu namanya The Secret Power atau kekutan yang
Tersembunyi. Tujuan utamanya adalah memusuhi pengikut Nabi Isa, menculik
mereka, membunuh, melarang penyebaran agama baru tersebut, termasuk
membunuhi baya-bayi Kristen. Tapi, berkenaan dengan segala kesadisan
yang dilakukan Herodes ini, para sejarawan dunia, meyakini bahwa hal
tersebut hanyalah mitos belaka dalam tradisi agama Kristen. Herodes
Agripa I menjalankan segala misi The Secret Power ini dibantu dua
pengikut setianya, Heram Abioud sebagai Wakil Presiden gerakan dan Moab
Leumi sebagai pemegang rahasia utama gerakan ini. Tapi beberapa anggota
Freemason juaga mempercayai dan menarik sejauh mungkin sejarah mereka ke
masa lalu, bahkan hingga ke zaman Firaun. Itu pula yang menjadi salah
satu penjelasan mengapa mereka kerap kali menggunakan simbol-simbol
Mesir Kuno dalam tradisi dan aktivitas ritual mereka, seperti penggunaan
Dewa Horus, Piramida, Matahari dan berbagai simbol Mesir lainnya.
Penggunaan ini bermula dari penggalian Kuil Sulaiman oleh para Templa
dan penemuan doktrin dan ajaran Kabbalah yang terus-menerus mereka
eksplorasi dan diajarkan dari mulut ke mulut. Penggalian ini begitu
serius mereka lakukan sehingga kelak akan mempengaruhi cara pandang kaum
Templar dan juga rencana mereka pada kehidupan dunia.
Nah selanjutnya kkemabali ke masa sekarang, para tetua pagan Yahudi
seperti Rotschild melihat bahwa strategi mereka akan bisa lebih efektif
dan cepat tercapai bila Illuminati dan Freemasonry bersatu. Sebab itu,
pada tahun 1780, Baron Franz Friedrich Knigge direkrut menjadi anggota
Illuminati dan dengan cepat menjadi salah satu tokoh penting Illuminati
Eropa. Sebelumnya, Knigge ini merupakan salah satu tokoh sentral
Freemasonry Eropa. Atas usahanya inilah, keduanya bias dipersatukan dan
menjadi organisasi klandestine okultis yang begitu efektif, tidak saja
di Eropa namun menggapai daratan Amerika dan lainnya.
Penyatuan Illuminati dan Freemasonry “diresmikan” dalam Kongres
Wilhelmsbad pada 29 Agustus 1782 di mana Adam Weishaupt dan Knigge
memimpin kongres tersebut. Semua yang hadir disumpah untuk tidak
membocorkan kepada siapa pun, termasuk kepada anggota keluarga terdekat,
apa saja yang terjadi dan diputuskan dalam pertemuan rahasia tersebut.
Comte de Vireu, seorang Masonik dari Lodge du Martinist di Lyons,
Perancis Selatan—sebuah wilayah yang kental dengan nuansa Esoteris dan
gerejanya memuja Yohanes sebagai Sang Kristus serta Maria Magdalena
sebagai The Illuminatrix (Yang Tercerahkan), ikut hadir dalam Kongres di
Wilhelmsbad. Sepulangnya dari acara, dia ditanya oleh isterinya tentang
apa saja yang dibahas dalam pertemuan.
Terikat dengan sumpah setia, dan tentu saja ancamannya, Comte de Virieu
hanya menyatakan bahwa apa yang terjadi dalam kongres sungguh-sungguh
mengerikan. “Semua yang terjadi, adalah jauh lebih serius dari apa yang
pernah kalian bayangkan selama ini. Konspirasi yang disusun telah
benar-benar dirancang dengan sangat matang, sistematis, dan penuh dengan
kejutan. Banyak orang penting terlibat dan tentunya dana yang
disediakan juga tidak terbatas. Saya berkeyakinan, seluruh kerajaan dan
gereja di Eropa ini tidak akan mampu membendung konspirasi tersebut. Ini
benar-benar menakutkan, ” ungkapnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar